Rezeki Di Pasar Lenteng


            Pasar Lenteng Agung adalah pasar yang tidak pernah sepi pengunjungnya. Pasar ini terletak di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, dekat dengan Stasiun Lenteng Agung.  Semua yang diperlukan ada di pasar ini mulai darib sayur-sayuran, baju, buah-buhan dan lain-lain.
            Di tempat ini lah Ibu Juniah berjualan untuk menghidupi keluarganya. Ibu Juniah berjualan hewan peliharaan seperti kelinci, bebek, ayam, dan hamster. 16 tahun ia berjualan di pasar ini semata-mata untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Sehari-hari perjalanan yang cukup jauh ditempuhnya untuk sampai ke Pasar Lenteng tempat ia berjualan. Rumah yang terpaut jauh tidak menjadi penghalang bagi Ibu Juniah.
            Hewan-hewan ini diambil dari agen dan dirawat sendiri oleh Ibu Juniah selama belum laku. Ibu Juniah memberi makan dan minum sendiri. Ia menjual hewan-hewan ini dengan harga 15 ribu sampai 40 ribu rupiah. Pernah juga ia mengalami kerugian karena ada yang mencuri hewan-hewan yang dijualnya tersebut.
            Menjadi seorang single parent bukan hal yang mudah, hal ini telah dilaluinya selama kurang lebih 20 tahun. Suami Ibu Juniah meninggal dunia karena sakit. Semenjak saat itulah Ibu Juniah mencari pendapatan sehari hari. Ibu Juniah mengasuh 3 anaknya sendiri semenjak suaminya meninggal. Sekarang setelah anak pertama dan keduanya menikah, ia hanya tinggal bersama anak terakhirnya yang masih SMP dan ibunya.

            Berjuang untuk menyekolahkan anaknya adalah alasan paling pertama untuk bersemangat kerja setiap hari. Pendapatan Ibu Juniah pun tidak menentu sehari-hari kadang cukup kadang kurang tetapi ia tidak pernah mengeluh akan keadaannya ini. Walaupun dibantu oleh anak-anaknya yang sudah menikah, Ibu Juniah tetap ingin bekerja sendiri. Ibu Juniah tidak mengenal kata lelah demi mencukupi kebutuhan sehari hari.

Komentar

  1. semoga dari kisah ibu tersebut dapat menginspirasi, jangan lupa mampir ke blog ku https://syaimabahfein.blogspot.co.id

    BalasHapus
  2. sediiih, makasih sharingnya kak

    BalasHapus

Posting Komentar