Wanita Kuat

           Bunda adalah wanita terhebat di dalam hidupku. Bunda menjadi dua sosok sekaligus yaitu sosok ibu dan sosok ayah. Menjadi orang tua tunggal tidaklah mudah. Itulah yang membuat ku sangat bangga memiliki orang tua seperti Bunda. Ditinggal meninggal oleh ayah dari umur ku masih 10 tahun bukanlah hal yang mudah bagiku dan bundaku. Ayah meninggal karena sakit yang dideritanya sudah amat parah.
            Bunda berjuang untuk menafkahi semua biaya kakakku dan aku tanpa penghasilan yang pasti. Karena bunda tidak bekerja saat itu bunda pun menafakahi aku dan kakakku dengan berdagang. Mulai dari sprei, jilbab, buku sekolah, dan sebagainya. Tidaklah mudah, banyak kebutuhan yang harus dipenuhi sehari-hari mulai dari makan, biaya sekolah dan sebagainya. Segala kesusahan kami tempuh bersama.
            Bunda merupakan sosok yang menginsipirasi hidupku. Bunda adalah sosok yang kuat. Bunda sosok yang sangat sabar dan tabah. Bunda adalah segalanya. "Walaupun bukan orang berada, anak-anak Bunda harus sekolah tinggi dan jadi orang. Harus bikin bunda bangga!" kata-kata yang selalu terucap dari mulut bunda. Bunda berjuang sendiri jatuh-bangun untuk membiayai sekolah aku dan kakakku. Hingga sekarang kakaku sudah bekerja dan aku kuliah semuanya berkat kerja keras bunda. Tidak bisa aku berhenti mengucapkan terima kasih.
            Terkadang bunda mempunyai sikap yang tegas. Tapi ketegasannya hanya untuk membuatku sadar dan dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Bunda adalah orang yang sangat disiplin dalam waktu. Banyak hal yang membuat aku dan bunda bertengkar, karena perbedaan pendapat atau aku yang masih besar ego. Tapi aku dan bunda tidak pernah bisa bertengkar lebih dari 1 hari. Aku selalu meminta maaf dan menyesal atas egoku daan telah melawan perkataan bunda. Bunda sangat besar hati selalu memaafkan kesalahan anak-anaknya.
            Mejalani hidup dengan kekurangan aku lewati dengan yakin dan kuat, karena ada sesosok bunda yang hebat. Bunda mengajarkanku agar terus berjuang dan pantang putus asa. Tidak lupa bunda mengingatkanku akan beribadah dan berdoa. Karena selalu ada hikmah dibalik cobaan yang terjadi dalam keluargaku.
            Begitu besarnya pengorbanan bunda, akupun pernah mengecewakan dan membuat hatinya sakit. Aku memutuskan untuk cuti kuliah di tahun 2016. Bunda amat kecewa, dia sangat marah dengan apa yang telah aku lakukan. Bunda kecewa aku membohonginya dan bunda kecewa aku telah menyia-nyiakan kepercayaannya. Dengan kebesaranhatinya bunda memaafkan kesalahanku. Bunda menyemangatiku untuk mencari kerja saat aku cuti kuliah. Sampai akhirnya aku dapat pekerjaan dengan upah yang lumayan. Aku bekerja menabung mengumpulkan biaya untuk melanjutkan kuliah. Bunda mengharuskan ku untuk melanjutkan kuiah di tahun 2017 dan tidak boleh mengundur-ngundur waktu lagi. Karena yang bunda inginkan hanyalah melihatku wisuda, mempunyai gelar sarjana dan melihatku sukses di kemudian hari.

            Aku telah melanjutkan kuliahku mulain bulan februari kemarin. Semua ini berkat bunda yang selalu menyemangatiku dan tidak henti hentinya memotivasiku untuk bangkit dan jangan terpuruk. Ada puluhan, ratusan, atau mungkin ribuan kata yang bisa diungkapkan untuk mendeskripsikan seorang bunda. Bunda adalah segalanya bagi hidupku, hanya ia yang kupunya satu-satunya.

"Nada-nada yang indah
             Selalu terurai darinya
             Tangisan Nakal darI bibirku
             Tak kan jadi deritanya
           
             Tangan halus dan suci
             Tlah mengangkat tubuh ini
             Jiwa raga dan seluruh hidup
             Rela dia berikan...."


            Sepotong lirik lagu Bunda yang amat sangat mewakilkan perasaanku terhadap seorang bunda. Bunda yang tak kenal lelah, bunda yang pantang menyerah, bunda yang sayang dan melindungi anak-anaknya, bunda adalah segala-galanya.

Komentar

Posting Komentar